Dalam kitab Al-Kaba’ir, Imam Adz-Dzahabi menuturkan:
Dikisahkan bahwa ada seorang salaf yang saudarinya meninggal dunia. Saat menguburkan jenazah, dompetnya jatuh ke liang lahat tanpa disadarinya. Setelah ingat, ia kembali menggali kubur itu selepas orang-orang telah pergi. Tak disangka, dari dalam kubur itu keluar api yang menyala-nyala. Segara saja ia menutupkan kembali tanah ke liang kubur.
Setelah sampai dirumah, dengan sedih dan menangis ia menemui ibunya. Ia berkata, “Wahai ibu, ceritakan kepadaku apa yang telah diperbuat oleh saudariku.”
“Memangnya kenapa?” Tanya ibunya.
“Ibu, aku melihat dari dalam kuburnya terdapat api yang menyala-nyala.”
Lalu dengan menangis pula ibunya menuturkan, “Anakku, saudarimu itu selalu meremehkan sholat. Ia sering menunda-nunda sholat.”
Demikianlah kisah orang yang menunda-nunda dan mengakhirkan sholat dari awal waktunya. Lalu bagaimana dengan orang yang sama sekali tidak mengerjakan sholat?. Berikut ini adalah kisah tentang akhir hayat orang yang meremehkan sholat.
Akhir Hayat Pelaku Maksiat.
Ibnul Qayyim mengisahkan, “Ada seorang pelaku maksiat dalam kondisi sakaratul maut. Ia tak pernah mendirikan sholat. Ketika sakaratul maut datang, orang-orang disekitarnya berkerumun disekitarnya. Mereka membimbing orang itu untuk berdzikir kepada Allah dan mengucapkan laa ilaaha illallah. Namum, ia tak mampu mengucapkannya. Sampai ketika ruhnya mulai tercabut, ia menjerit, ‘aku mengucapkan la ilaaha illallah? Apa gunanya laa ilaaha illallah bagiku? Aku sama sekali tidak pernah mendirikan sholat’. Setelah itu iapun mati.”
Itulah akhir hayat yang berujung pada su’ul khotimah

Agar Bersemangat Sholat.
Bagaimana caranya agar kita tidak malas mengerjakan sholat?
• Pertama, sadarilah bahwa Anda diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya saja.
• Kedua, ketahuilah bahwa perbedaan antaraseorang muslim dengan kafir adalah sholat..
• Ketiga, renungkanlah siksaan dan azab (baik di alam kubur maupun di hari kiamat) bagi orang yang meninggalkan sholat.
• Keempat, mintalah pertolongan kepada Allah. Rendahkanlah diri Anda di hadapan-Nya hingga dada dan qalbu terasa longgar untuk mengerjakan sholat. Mintalah kepada Allah agar mengaruniakan lezat dan manisnya sholat kepada Anda sendiri.
• Kelima, bertemanlah dengan orang-oarang yang rajin mengerjakan sholat dan biasa pergi ke masjid.
• Keenam, bersikap keraslah kepada diri sendiri di awal permulaan, karena pada fase awal untuk kembali mengerjakan sholat memang terasa berat.
Hadapilah dan laluilah setiap tantangan dengan optimis.










0 komentar:
Posting Komentar