it's me

it's me
in my sweet n special moment

Daftar Pengunjung

Thirty Thirty hotel in New York
Powered by Best Free Counters

Google Translate

Antara Takdir dan Pilihan

Banyak pendapat mengatakan bahwa alur kehidupan manusia itu sudah ada kepastian takdirnya. Dan ada pula yang berpendapat bawa hidup mati, kaya miskinnya, atau alur kehidupan seseorang itu sudah diatur. Dan ada pula yang memiliki pendapat bahwa takdir itu merupakan suatu pilihan, yang apabila kita ingin mendapatkan yang terbaik kita juga harus berusaha dengan baik, atau jika kita hanya mengeluh atas kehidupan yang serba kurang, maka ia pun juga beranggapan bahwa kemiskinannya merupakan sebuah takdir.
Pada dasarnya takdir marupakan inti dasar kehidupan manusia yang sudah ditentukan oleh Allah Tuhan Semesta Alam sementara itu manusia hanya menjalaninya dengan sebaik mungkin untuk memperoleh kualitas kehidupan yang maksimal. Sementara itu manusia hanya menjalaninya dengan sebaik mungkin untuk memperoleh kualitas kehidupan yang maksimal. Allah mentakdirkan kepada setiap umat manusia yaitu meliputi umur, rejeki, jodoh, dan kematian. Allah tidak mentakdirkan diri setiap seseorang itu selalu menjadi orang yang pintar atau bodoh. Tetapi Allah memberikan pilihan/peluang kepada setiap umat manusia untuk menjalani kehidupan mereka masing-masing. Jika mereka ingin pintar maka mereka harus memilih bagaimana caranya agar pintar. Jika mereka ingin sukses maka mereka juga harus memilih bagaimana caranya sukses tersebut.
Seseorang pada umumnya menjadi cerdas/pintar yaitu karena mereka memilih untuk berusaha.agar mereka menjadi pintar. Orang yang sukses pun begitu, mereka juga memilih untuk terus berusaha dengan keras agar mereka bisa menjadi orang yang berhasil dan sukses daripada hanya diam menunggu takdir dan menerima nasib apa adanya.
Setiap orang akan bahagia jika cita-cita mereka tercapai dan mereka pun akan lebih bahagia lagi jiak tercapainya cita-cita mereka pun akan lebih bahagia lagi jika tercapainya cita-cita mereka itu berkat uasaha keras yang mereka pilih untuk melakukannya. Usaha itu mereka anggap sebagai pilihan terbaik untuk dilakukan daripada hanya diam menunggu hasil untuk dirinya sendiri yang belum tentu akan menjadikan dirinya menjadi sukses.
Lain daripada itu, orang yang beranggap bahwa pintar/ bodoh bahkan kemiskinan seseornag itu merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan mereka cenderung kehidupan. Mereka hanya akan bersikap pasrah atas keadaan mereka apa adanya, dan bahkan mungkin mereka akan melakukan hal-hal yang tak kunjung berubah. Mereka tidak mau memilih unutk berusaha memperbaiki nasib mereka. Mereka hanya cenderung memandang kehidupan dari satu sudut saja.
Oleh karena itu, saya mengajak kepada Anda semua untuk memilih menjadi orang yang selalu berusaha dengan baik dan jujur supaya kita semua tidak menjadi orang yang hanya pesimis menerima nasib.
Mulailah memikirkan pilihan untuk menentukan takdir anda dimasa depan dan TETAP SEMANGAT!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

alkariem114.blogspot.com


ad dunya

WEKDAL

SMS Gratis

Your browser does not support frame.

About Me

Foto saya
Kediri, Jatim, Indonesia
gemar menulis

Followers

Kata Bijak Hari Ini

RENUNGAN.

Dengan hartanya, seorang memperdaya seorang anak, “Wahai anak muda, bawalah jantung ibumu kepadaku. Aku akan memberimu kekayaan yang berlimpah.”

Lalu anak bodoh itu menghunjamkan pisau ke dada ibunya. Ia keluarkan jantung sang ibu, lalu ia tinggalkan begitu saja. Namun karena tergesa-gesa oleh nafsu harta, jantung itupun terjatuh.

Jantung yang kini berselimut debu kotor itupun berkata, ”Nak, apa yang membuatmu terancam?”

Suara itu membuat si anak terharu. Sementara itu, langit begitu murka kepadanya karena kekejian yang belum pernah terjadi sejak manusia diciptakan. Anak itupun memungut kembali jantung ibunya. Ia cuci jantung itudengan air mata penyesalan. Ia berkata, “Wahai jantung, dendamlah kepadaku. Jangan harap ampuna untukku, kaerna dosaku takkan terampuni.”

Ia pun menghunus pisau untuk membelah dadanya sendiri. Namun, jantung ibu tadi meronta, “Cukup… hentikan wahai tangan! Jangan engkau tusuk jantungku1 untuk kedua kalinya!”

1 Jantung pertama adalah jantung ibu itu sendiri, sedangkan jantung kedua adalah jantung anaknya.

Wahai pemuda

Jauhilah perbuatan ini:
Meninggalkan sholat
Durhaka kepada orang tua
Tasyabuh(meniru)
Musik
Merokok
Minuman keras
Ikhtilath
Pamer Kecantikan
Pacaran
Tak menjaga lisan
Mengumbar pandangan
Pergaulan bebas
Pergaulan yang buruk

Diberdayakan oleh Blogger.

mesin pencari