it's me
in my sweet n special moment
Daftar Pengunjung
Google Translate
KU PANDANG IBUKU SEBELAH MATA
Ketika di rumah, sang ibu dimarahin habis-habisan oleh si anak, karena si anak sangat malu ketika teman-temannya tahu bahwa ibunya hanya memiliki sebelah mata. Si anak memaki ibunya terus-menerus, dan ibunyapun hanya terdiam dan menangis setelahnya.
Setelah lulus SD, si anak itu pergi dari rumah meninggalkan ibunya. Ia memutuskan untuk keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Waktu berjalan sepanjang tahun. Singkat cerita, si anak yang dulunya pergi dari rumah meninggalkan ibunya, sekarang ia sudah tumbuh besar menjadi seorang yang sangat kaya, dan ia tinggal di kota besar jauh dari tempat ia berasal. Kini, ia juga sudah mempunyai seorang istri dan seorang anak. Ia sama sekali tidak mengingat dan tidak mau mengingat tentang ibunya lagi.
Di lain tempat, sang ibu yang berada di desa kelahiran anak tersebut merasa kangen dengan anaknya yang sudah meninggalkannya sewaktu si anak baru lulus dari SD. Sang ibupun memutuskan untuk mencari anaknya dengan pergi ke kota besar tersebut. Sampailah sang ibu dirumah anaknya yang sudah lama menghilang. Ketika sang ibu masuk ke rumah anaknya, sang ibu tidak disambut dengan baik malah ia diusir oleh si anak dari rumahnya. Si anak itupun berkata dihadapan ibu dan istrinya, bahwa ia tidak mempunyai orang tua karena mereka sudah mati ketika ia masih kecil. Sang ibupun merasa sedih dan kecewa atas perkataan si anak. Kemudian ibu itu berkata, “Aku ingin melihat cucuku”. Tetapi si anak itu melarang dan terus melarang ibunya untuk masuk kedalam rumahnya, apalagi untuk bertemu dengan anaknya. Kemudian si anak itu berkata, ”Janganlah engkau menemui anakku, karenamungkin anakku akan takut melihatmu yang cacat dan hanya memiliki sebelah mata, lebih baik pulanglah engkau sekarang”. Dengan perasaan sangat sedih dan kecewa, akhirnya ibu itupun kembali pulang ke kampung halamannya.
Pada suatu hari si anak mendapatkan undangan reuni dari teman-temannya SD di desa. Dan ia memenuhi undangan itu. Tetapi ia akan datang sendiri tanpa mengajak anak dan istrinya. Selesai acara reuni dengan teman-temannya SD, si anak itupun pergi ke sebuah gubuk kecil tempat ibunya tinggal. Ia datang ke tempat itu hanya sekedar untuk memberikan uang dengan tujuan agar ibunya tidak datang kerumahnya lagi. Tetapi si anak tidak mendapati ibunya di gubuk kecil itu. Tidak lama kemudian ada seorang tetangga sang ibu anak tersebut datang. Tetangga tersebut mengabarkan kepada si anak bahwa ibunya telah meninggal dunia seminggu yang lalu. Sang ibu hanya menitipkan sepucuk surat untuk diberikan kepada si anak.
Si anak membaca surat tersebut, yang isinya, “Nak, ibu minta maaf karena seumur hidup ibu telah membuatmu susah dan malu. Ibu akan menceritakan kisahmu pada waktu kau masih kecil. Dulu ketika kau lahir, kau mempunyai kelainan fisik yakni cacat permanen pada salah satu matamu. Ibu merasa sangat khawatir dengan keadaanmu yang seperti itu, lalu ibu memutuskan untuk memberikan salah satu dari mata ibu kepadamu supaya kau tidak malu dan menjadi manusia normal seperti yang lainnya, agar kau bisa tumbuh menjadi anak yang hebat dan bahagia”.
Si anak itupun menangis dengan penuh penyesalan atas segala sesuatu yang telah diperbuatnya kepada sang ibu. Ia benar-benar telah mengecewakan ibunya yang sudah mengasihinya walau nyawa menjadi taruhannya.
Maka dari itu, mari kita berbakti kepada orang tua kita, menyayangi mereka sepenuh hati, dan selalu menyenangkan hati mereka. Karena tanpa mereka sangat mustahil kita dapat menjadi seperti sekarang ini.
alkariem114.blogspot.com
ad dunya
WEKDAL
SMS Gratis
..add me..
About Me
Followers
Guest's Box
my music
Kata Bijak Hari Ini
RENUNGAN.
Dengan hartanya, seorang memperdaya seorang anak, “Wahai anak muda, bawalah jantung ibumu kepadaku. Aku akan memberimu kekayaan yang berlimpah.”
Lalu anak bodoh itu menghunjamkan pisau ke dada ibunya. Ia keluarkan jantung sang ibu, lalu ia tinggalkan begitu saja. Namun karena tergesa-gesa oleh nafsu harta, jantung itupun terjatuh.
Jantung yang kini berselimut debu kotor itupun berkata, ”Nak, apa yang membuatmu terancam?”
Suara itu membuat si anak terharu. Sementara itu, langit begitu murka kepadanya karena kekejian yang belum pernah terjadi sejak manusia diciptakan. Anak itupun memungut kembali jantung ibunya. Ia cuci jantung itudengan air mata penyesalan. Ia berkata, “Wahai jantung, dendamlah kepadaku. Jangan harap ampuna untukku, kaerna dosaku takkan terampuni.”
Ia pun menghunus pisau untuk membelah dadanya sendiri. Namun, jantung ibu tadi meronta, “Cukup… hentikan wahai tangan! Jangan engkau tusuk jantungku1 untuk kedua kalinya!”
1 Jantung pertama adalah jantung ibu itu sendiri, sedangkan jantung kedua adalah jantung anaknya.
Wahai pemuda
Meninggalkan sholat
Durhaka kepada orang tua
Tasyabuh(meniru)
Musik
Merokok
Minuman keras
Ikhtilath
Pamer Kecantikan
Pacaran
Tak menjaga lisan
Mengumbar pandangan
Pergaulan bebas
Pergaulan yang buruk










0 komentar:
Posting Komentar